Kebijakan Pelaksanaan UN Tahun 2019

Kontributor : On November 30, 2018

Berikut ini adalah berkas mengenai Kebijakan Pelaksanaan UN Tahun 2019. Berkas ini merupakan informasi dari BSNP (Rapat Koordinasi Persiapan UNBK). Download file format .pdf.

Kebijakan Pelaksanaan UN Tahun 2019
Kebijakan Pelaksanaan UN Tahun 2019

Keterangan:
Di bawah ini kutipan teks/keterangan dari isi berkas mengenai Kebijakan Pelaksanaan UN Tahun 2019.

Kebijakan Ujian Nasional 

Ujian Nasioal dan Pendidikan Karakter
  • Pelaksanaan Ujian Nasional bukan hanya sebagai bentuk tanggungjawab konstitusional, tetapi juga tanggungjawab moral. (Anies Baswedan, 2015)
  • Ujian atau evaluasi bagi anak didik adalah bagian dari pendidikan. Maka hindarkan dan cegah semua upaya yang mengarah pada ketidakjujuran, karena itu jelas akan mengingkari hakekat pendidikan. (Muhadjir Effendy, 2017) 
  • UN tidak menentukan kelulusan
  • UN dapat diulang lewat ujian perbaikan pada tahun berikutnya
  • Pengenalan dan Rintisan UNBK
  • BSNP melakukan evaluasi UN
  • SHUN yang lebih bermakna
  • Penguatan otoritas penyelenggara UN dalam aspek legal, kelembagaan, SDM (BSNP, Puspendik, LPMP)
  • Peningkatan sekolah pelaksana UNBK (tahun ke-3) 
  • Pelaksanaan UNBK bagi PKBM (Tahun-1)
  • Pelaksanaan USBN (Tahun-1)
  • Penilaian bagian dari proses pendidikan, lebih fleksibel dalam pelaksanaannya
  • Soal bersifat Penalaran (HOTS)
  • Hasil UN sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan
  • Tercapainya sistem penilaian pendidikan nasional yang credible, acceptable dan accountable

Ujian Nasional 2019
Kebijakan UN tahun 2019 tidak jauh berbeda dengan kebijakan UN tahun 2018
  • Perbedaan pada Jadwal dan proyeksi peserta UN 
Moda Ujian
Mengutamakan UN Berbasis Komputer (UNBK
  • SMA sederajat 100%
  • SMP sederajat 100%

UN Berbasis Kertas-Pensil (UNKP)
  • Kasus tertentu saja 

Isu Strategis Terkait dengan Pendataan
  1. Pemutakhiran data peserta didik pada kelas akhir SMP/MTs sederajat dan SMA/MA sederajat
  2. Pilihan mata pelajaran untuk siswa SMA/MA (berbasis individu) a. IPA : Fisika, Kimia, atau Biologi b. IPS : Geografi, Sosiologi, atau Ekonomi c. Bahasa : Antropologi, Sastra Indonesia atau Bahasa Asing (Mandarin, Jepang, Arab, Jerman atau Perancis)
  3. Data satuan pendidikan pelaksana UN a. Status akreditasi b. Moda UNBK c. Moda UNKP d. Mandiri e. Bergabung
  4. Data Peserta UN
  5. Data Pengawas
  6. Data proktor
  7. Data teknisi
  8. Persyaratan peserta UN
  9. Keterlambatan pendataan
  10. Data peserta didik berkebutuhan khusus yang mengikuti UN 

Soal Ujian Nasional
  1. Soal UN berorientasi kepada penalaran (HOTS)
  2. Bentuk soal pilihan ganda
  3. Bentuk soal isian singkat untuk Matematika SMA sederajat 1. level 1 (pemahaman) sebanyak 25-30 %, 2. level 2 (aplikasi) sebanyak 50-60 %, 3. level 3 (penalaran) 10-15 %. ➔ HOTS 

Apa arti Higher Order Thinking Skills (HOTS)?
Mengapa asesmen di Indonesia diarahkan ke model asesmen (HOTS)?
  1. HOTS merupakan kemampuan berpikir yang tidak hanya sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite).
  2. Tujuan model HOTS dalam asesmen adalah untuk mendorong siswa melakukan penalaran tingkat tinggi sehingga tidak terpaku pada satu pola jawaban yang dihasilkan dari proses hapalan, tanpa mengetahui konsep keilmuan.
  3. HOTS merupakan salah satu tuntutan keterampilan dalam pembelajaran abad 21, yakni berpikir kritis, kreatifitas, komunikasi, dan kolaborasi.
  4. Anak-anak kita tidak akan berdaya saing jika di sekolah mereka tidak dilatih kecakapan hidup abad 21. Diantaranya adalah membuat perbandingan, membuat analisis data, membuat kesimpulan, menyelesaikan masalah dan menerapkan pengetahuan mereka pada konteks kehidupan nyata.
  5. Asesmen dengan model HOTS ini dilakukan untuk mengejar keterbelakangan bangsa Indonesia di tingkat internasional, khususnya hasil PISA (Program for International Student Assessment).

Prinsip-prinsip penyusunan soal yang mengarah kepada HOTS:
  1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, meminimalkan aspek mengingat dan memahami.
  2. Berbasis permasalahan kontekstual.
  3. Stimulus menarik.

Kontekstual artinya soal harus menggunakan konteks dunia nyata. Penyajian kasus nyata memungkinkan peserta didik melakukan proses menelaah berbagai informasi.

Stimulus yang menarik dapat berupa beberapa informasi dapat berupa gambar, grafik, tabel, wacana dll yang memiliki keterkaitan dalam sebuah kasus.Stimulus hendaknya menuntut kemampuan menginterpretasi, mencari hubungan, menganalisis, menyimpulkan, atau menciptakan. 

Prinsip kontekstual dan stimulus itu yang belum diterapkan dengan benar dalam penyusunan soal UN Matematika SMA.
  • Misalnya soal terkait dengan jumlah garam NaCI yang ada dalam 1 ton bola salju. Demikian juga soal tentang dadu yang diputar 600 kali atau waktu yang diperlukan oleh paku untuk tenggelam dalam agar-agar.
  • Soal-soal tersebut jelas di luar konteks. Negara kita merupakan negara tropis, tidak pernah ada salju. Demikian juga, apa manfaat dari memutar dadu samai 600 kali. Agar-agar itu makanan pencuci mulut, masa sih, paku ditenggelamkan dalam agar-agar. Konteks apa yang dipakai?
Kebijakan asesmen yang mengarah kepada HOTS perlu diimbangi dengan kemampuan guru dalam menyusun soal yang bersifat HOTS. Program in-house training bagi guru-guru perlu diintensifkan

Penetapan Tim Help Desk (Tim Layanan Bantuan)
Panitia UN Tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya membentuk tim help desk dengan kriteria sebagai berikut.
  1. Memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan.
  2. Dalam keadaan sehat dan sanggup melaksanakan tugas dengan baik. c. Memahami POS penyelenggaraan UN.
Tugas tim help desk adalah:
  1. memberikan informasi dan penjelasan terhadap pertanyaan atau pengaduan yang diterima dari pengawas, proktor, teknisi, atau panitia ujian;
  2. menerima, merekap, dan memberikan solusi terhadap pertanyaan, permasalahan dan/atau pengaduan yang terkait dengan pelaksanaan ujian sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh Pelaksana UNBK Tingkat Pusat; dan
  3. berkoordinasi dengan tim help desk di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat sesuai dengan kewenangannya.

Prosedur Penanganan Masalah UNBK
  1. Dalam hal kondisi khusus atau terjadi hambatan/gangguan teknis dalam pelaksanaan, sekolah/madrasah pelaksana UNBK dapat mengambil tindakan, berkoordinasi dengan help desk berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh Pelaksana UNBK Tingkat Pusat.
  2. Kondisi khusus tersebut mencakup antara lain: listrik padam, kerusakan peralatan atau sarana/prasarana, kerusakan sistem, hambatan jaringan, dan sebagainya.
  3. Bentuk tindakan dari penanganan kondisi khusus tersebut antara lain meliputi: perubahan jadwal pelaksanaan UNBK, penggantian pelaksanaan dari UNBK ke UNKP, atau bentuk lain yang diputuskan Pelaksana UNBK Tingkat Pusat dan dilaporkan kepada Penyelenggara UN.
  4. Pelaksanaan ujian yang tidak sesuai dengan POS UN dan kejadian- kejadian khusus serta tindakan penanganannya dilaporkan oleh sekolah/madrasah pelaksana UNBK dan dicatat dalam Berita Acara Pelaksanaan UNBK.

Isu Teknis UN 2018

1. Perbandingan jumlah teknisi terhadap server atau client
  • Proktor: 1 proktor per 1 server
  • Teknisi : 1 teknisi per 40 klien (komputer)
  • Pengawas : 1 pengawas per 20 peserta ujian (siswa)
2. Optimalisasi help desk provinsi dan kabupaten
3. Konfigurasi (jarak dan letak) client di ruang ujian
4. Headset client saat bukan ujian listening
5. Penggunaan wifi di ruang ujian (client ke server)
6. Sosialisasi teknis kepada Kepala Dinas dan Kepala Sekolah untuk mendukung kerja proktor dan teknisi


Refleksi 3 Tahun Pelaksanaan UNBK
Pro kontro UNBK: optimis- pesimis
Peluang
  • Generasi digital
  • Mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia, pelaksanaan UNBK menjadi sebuah solusi
Tantangan
  • Pemahaman terhadap UNBK yang dilaksanakan secara fully online
  • Pengadaan komputer oleh satuan pendidikan
  • UNBK dilaksanakan dengan sistem sift (3 shift dalam satu hari) • sesi 1: 07.30 – 09.30, • sesi 2 :10.30 – 12. 30 dan • sesi 3 :14.00 – 16.00.
  • Naiknya integritas melalui UNBK belum diikuti dengan naiknya prestasi siswa

Permasalahan dan Kendala Teknis UNBK
  1. Sinkronisasi terlambat dilakukan, pihak sekolah, siswa dan orang tua mulai cemas.
  2. Penundaan UNBK Karena PemadamanListrik (Kasus UNBK SMK di beberapa kabupaten di Aceh tahun 2017)
  3. Gogal log in atau terlambat 30 menit sehingga peserta ujian sempat gelisah
  4. Server utama terkena virus
  5. Komputer peserta yang log out sendiri.
  6. Registrasi IP yang belum lancar,
  7. swicth client dan pengaturan zona waktu yang salah sehingga komputer tidak bisa terkoneksi ke internet.
  8. Soal isian singkat Matematika yang mestinya diisi angka, bisa diisi huruf 

Testimoni
UNBK telah terbukti menjadi instrumen yang efektif untuk menanamkan karakter dan kejujuran melalui capaian indeks integritas.
Pelaksanaan UNBK perlu dilakukan secara profesional dan perlu diimbangi dengan penilaian kelas dan penilaian sekolah yang lebih berkualitas.
(Kepala Balitbang, Kemdikbud Totok Suprayitno)

Pelaksanaan ujian memang tidak bisa kalau harus 100% tanpa masalah. Permasalahan yang timbul hanya kecil skalanya sehingga bisa diselesaikan teknisi yang sudah standby di sekolah.
Para peserta Ujian Nasional tidak akan dirugikan apabila terjadi kesalahan teknis dalam pelaksanaan ujian.
(Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji, 2017)

Saya merasa bersyukur jika fasilitas yang ada di sekolah ini dimanfaatkan banyak pihak, termasuk siswa SMP yang ikut UNBK di sini. Sebab semakin banyak pihak yang menggunakan fasilitas sekolah (SMKN 2), semakin optimal fungsi fasilitas yang ada.
Lebih baik rusak karena digunakan daripada rusak sebelum digunakan.
(Bagus Gunawan Kepala SMKN 2 Kota Malang) 

Praktik Baik UNBK
  1. Penerapan prinsip berbagi sumber (resource sharing) lintas jenjang dan jalur (formal-nonformal)
  2. Sekolah menyediakan satu ruang komputer cadangan
  3. Sekolah menyediakan air mineral bagi peserta ujian selamla ujian berlangsung
  4. Khusus ujian mata pelajaran bahasa, layar komputer dilapisi plastik dan disediakan spidol serta tisu bagi peserta. Hal ini membantu siswa dalam mengidentifikasi kata kunci dalam bahan bacaan ujian
  5. Proktor yang berpengalaman diperbantukan ke sekolah yang baru pertama kali melaksanakan UNBK.

Selengkapnya silahkan lihat atau download berkas mengenai Kebijakan Pelaksanaan UN Tahun 2019 di bawah ini.

File Preview:

Kebijakan Pelaksanaan UN Tahun 2019



Download:
Kebijakan UN 2019.pdf

Lihat juga:
Kisi-Kisi UN (Ujian Nasional) dan USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) Tahun Ajaran 2018/2019 untuk SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MAK, SLB dan sederajat

Sumber: http://bsnp-indonesia.org/

Bagikan/Share halaman ini melalui Facebook

Klik G+1 untuk merekomendasikan ke teman/rekan Anda

Silahkan bagikan dan beritahukan atau rekomendasikan berkas ini ke teman atau rekan Anda melalui sosial media dengan menekan icon-icon di bawah ini. Terima Kasih.
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »